This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label desainer grafis. Show all posts
Showing posts with label desainer grafis. Show all posts

Monday, February 27, 2012

kalender 2012

Sunday, July 3, 2011

Making Money in Graphic Design

Executive Summary about Graphic Design by Carolyn Anderson

Graphic design has become a profitable skill that you can market offline or online. In fact, in businesses and in advertising, graphics art and designing can be a profitable skill. Even online, you can also make money in graphic arts and design as websites need graphics to make it more appealing and sellable.
If you are someone who is into graphic or web designing and you are looking for ways to make money in graphic design, here are a few things that may help you turn that skill into something that is profitable.
- Start a graphic design business. You can cater to businesses offline by making designs for their ads, making T-shirt designs as well as making designs for corporate giveaways, caps, mugs and other items. You can even design logos, book covers and many other things.
- Sell your skill online. Like offline businesses, websites online also need graphic arts and designs for their ads, for their icons as well as blog and website buttons. Some website owners also hire their own graphic or web designer to cater to their designing needs as well, thus you can also take this opportunity as well to make money in graphic design.
- Put up an online business on graphic designing. Probably the easy way to establishing your designing business and making money with this skill is to go online and establish your online business. You can provide services to web designers, website owners, online businesses and advertisers as well. In fact, graphic design is in-demand online along with website designing. You can also establish a partnership with a web designer and put up a web designing business.
- Make your design and sell them online. Yes, there are websites online that allow you to sell graphic arts and designs including art and other things that you can do. Blog designers often purchase photos and graphics for their designing needs and you can also grab this opportunity as well. You can even make vector images and designs, post them on websites such as Shutterstock or iStockphoto and make money as people pay for each download.
- Teach others. Set up an online tutorial if you are an expert in making and designing graphics. You can also write guides, tutorials and manuals and make money from it as well.

Monday, June 13, 2011

Semua Tentang Desain Freelance

Hari ini, para desainer grafis semakin banyak menjual desain secara lepas (freelance designer) karena akan membuka pintu peluang yang lebih baik. Jika Anda tertarik dalam menawarkan desain freelance, maka Anda harus membiasakan diri dengan dasar-dasar desainer freelance.

 

1. Tahu kapan harus mengatakan TIDAK. Jika Anda terjun ke bidang desain freelance, hal pertama yang Anda butuhkan untuk belajar adalah ketika mengatakan tidak, karena ini akan membuat dampak yang besar pada output proyek nanti. Jika Anda tidak menyukai saran yang diberikan oleh klien, maka anda harus belajar bagaimana menolak dengan sopan.

Jika klien masih berlanjut, belajar bagaimana menggunakan seni kompromi bukan untuk menyerah. Jika Anda tahu bagaimana mengelola klien yang ngotot dan tahu cara untuk kompromi, maka anda dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis. Tapi sekali lagi, akan selalu ada klien yang tidak bersedia untuk berkompromi. Jika Anda mendapatkan klien seperti ini, maka yang terbaik adalah jika Anda tahu bagaimana untuk keluar dari situasi itu.

 

2. Jika Anda berurusan dengan klien, pastikan bahwa Anda selalu berkomunikasi dengan cara yang sangat profesional. Selalu memancarkan aura kesantunan dengan mendengarkan dengan saksama klien Anda, pertahankan argumen jika itu harus, karena ini adalah salah satu cara untuk mendidik klien Anda dan usahakan selalu berada di sisi positif.

 

3. Pastikan bahwa Anda terus-menerus berusaha dalam meningkatkan level keterampilan dan keahlian. Belajar adalah suatu proses tidak pernah berakhir. Jika Anda memutuskan bergerak dalam bidang desain freelance, maka Anda harus selalu berusaha untuk belajar dan tumbuh sebagai seorang profesional.

 

4. Luangkan waktu untuk bersantai dan meningkatkan percaya diri Anda. Alasan utama mengapa Anda telah memilih freelance adalah bahwa Anda ingin membelok jauh dari keterbatasan waktu dan jadwal yang padat. Jadi Anda membutuhkan waktu untuk bersantai. Jika Anda santai, maka Anda bisa memiliki cukup kepercayaan diri untuk melakukan pekerjaan itu.

 

5. Membuat sebuah titik untuk bersenang-senang bahkan jika keadaan menjadi sulit. Ini adalah suatu keharusan menunjukkan Anda mencintai profesi Anda dan menikmati apa yang Anda lakukan.

 

6. Selalu memiliki kehidupan pribadi. Buatlah titik bahwa Anda menikmati kehidupan pribadi, jadi ketika Anda mengalami stres dan masalah dalam pekerjaan Anda, maka Anda akan selalu memiliki sebuah tempat untuk berlabuh.

 

7. Selalu praktekkan kejujuran dan etika. Jika Anda tidak dapat menepati janji, jangan berikan. Selalu jujur ​​jika Anda tidak dapat memberikan apa yang klien inginkan. Jangan pernah kompromi jika Anda tidak dapat mengikuti perjanjian dan selalu etis dalam melakukan pengaturan bisnis.

 

8. Cobalah untuk menjadi pebisnis yang baik. Menjadi seorang desainer freelance berarti bahwa Anda menjalankan bisnis Anda sendiri. Menjadi bos dari perusahaan Anda sendiri, berarti bahwa Anda diharapkan untuk mengetahui ABC bisnis. Sebagai desainer freelance, Anda harus selalu menginformasikan diri tentang hak-hak Anda.

Melindunginya dengan mematuhi standar etika terbaru, hukum dan reformasi pajak. Anda juga harus diperbarui dengan pedoman harga saat ini, keterampilan negosiasi yang efektif, cara memelihara catatan kerja yang sangat baik, berkas kerja dan cara berorganisasi.

 

9. Jangan menerima penolakan secara pribadi. Selalu menjaga rasa profesionalisme dengan tidak menerima penolakan dan kritik secara pribadi.

 

10. Tidak peduli seberapa sibuk Anda, jangan pernah melewatkan tenggat waktu. Menjadi seorang freelancer tidak berarti bahwa Anda dapat melewatkan tenggat waktu, karena Anda adalah bos sendiri. Jika Anda memiliki kebiasaan melalaikan tenggat waktu, kemungkinan Anda akan kehilangan klien Anda selamanya.

 

Terjemahan dari All About Freelance Design by: William Saunders

Sunday, June 5, 2011

Apa yang Bisa Dikerjakan oleh Desainer Grafis?

Pekerjaan desain grafis sering dianggap hanya sekedar menggambar, membuat kartu nama, undangan dan lain sebagainya, kenyataannya peranan desain grafis sangat berpengaruh terhadap pasar, baik pasar komersial maupun pasar non-komersial. Sebuah produk akan diminati jika desain kemasannya menarik, sebuah perusahaan akan lebih dihargai jika memiliki logo dan company profile yang eksklusif. Banyak perusahaan produk dan jasa serta institusi menciptakan dan membangun citra mereka melalui media visual.

A. Desain Logo
Logo adalah bentuk gambar yang melambangkan atau mewakili sesuatu, bisa perusahaan, perkumpulan, komunitas, produk, dan lain sebagainya. Desain logo harus mampu menjadi identitas visual. Salah satu prinsip penting dalam membuat logo adalah bagaimana logo tersebut dapat menyampaikan pesannya. Pemilihan warna dan bentuk logo harus mampu mewakili organisasi tersebut, mudah dipahami, dan dapat diaplikasikan dalam berbagai media.

B. Desain Cetak
Desain cetak (printing design) merupakan karya desain grafis yang memadukan teks, gambar bentuk, foto atau ilustrasi yang akan dicetak di kertas atau media lainnya, dengan menggunakan alat pencetak. Beberapa produk yang dihasilkan antara lain: kartu undangan, kartu nama, stiker, brosur, spanduk. Termasuk juga desain cover buku, majalah, kemasan dan label.

C. Multimedia Interaktif
Multimedia merupakan penggabungan atau kompilasi antara beberapa media, seperti teks, gambar, video, suara dan lainnya. Penerapan multimedia interaktif saat ini lebih mengarah kepada aktivitas promosi, baik promosi penjulan produk maupun promosi bidang jasa. Hasil karya desain multimedia interaktif juga digunakan sebagai hiburan, media pembelajaran dan profil perusahaan. Karya multimedia interaktif banyak diterapkan pada dunia periklanan (advertising). Desain web site juga dapat dikategorikan sebagai karya desain multimedia interaktif.

Wednesday, May 11, 2011

Tahapan Membuat Layout

Dalam mengerjakan desain, kebanyakan orang langsung menggunakan software pada komputer. Begitu umumnya cara kerja tersebut, sampai terbentuk persepsi bahwa belajar desain sama dengan belajar komputer. Komputer dan software memang diperlukan dalam mendesain/me-layout, tetapi itu adalah tahapan ke sekian. Adapun proses yang benar dimulai dengan membuat:

1. Konsep Desain
Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab sebelum mendesain layout yang baik:
  • Apa tujuan desain tersebut?
  • Siapa target audience-nya?
  • Apa pesan yang ingin disampaikan kepada target audience?
  • Bagaimana cara menyampaikan pesan tersebut?
  • Di mana, media apa dan kapan desain itu akan dilihat oleh target audience?
Jawaban semua pertanyaan di atas adalah konsep dasar secara umum yang harus ada sebagai panduan anda untuk mendesain layout.

2. Media dan Spesifikasinya
Setelah mengerjakan konsep desain, kemudian tentukan media dan spesifikasi yang digunakan:
  • Media apa yang paling cocok. Misalnya flyer, brosur, spanduk dll.
  • Bahan. Misalnya kertas daur ulang, fancy, kain dll.
  • Ukuran
  • Posisi. Misalnya vertikal/portrait atau horisontal/landscape.
  • Kapan, berapa lama dan di mana karya desain tersebut akan diperlihatkan pada target audience.
3. Thumbnails dan Dummy
Berdasarkan spesifikasi media yang dipilih, kita mulai merencanakan pengorganisasian layout dengan membuat thumbnails atau sketsa layout dalam bentuk mini. Sebaiknya dalam mengerjakannya tidak langsung menggunakan komputer, cukup dengan pensil dan kertas dulu.
Thumbnails berguna tidak hanya untuk memperkirakan letak elemen layout, termasuk juga urutan dan pengaturan halaman untuk karya desain publikasi yang lebih kompleks, seperti buku atau majalah.
Untuk mengantisipasi kesalahan cetak, dibutuhkan alat bantu yang murah dan sederhana yaitu dummy atau mock-up. Dummy adalah contoh jadi suatu desain, sehingga kita dapat melihat bagaimana kira-kira bentuk karya desain tersebut nantinya.

4. Desktop Publishing
Setelah semua panduan dan tahapan sudah lengkap, baru menggunakan sooftware di komputer untuk memulai eksekusi desain.
Program desktop publishing yang bisa digunakan antara lain seperti InDesign, PageMaker, Photoshop, Freehand, Illustrator, CorelDraw dll.
Photoshop paling ideal untuk mengedit image yang berbasis bitmap, untuk membuat image, lebih mudah menggunakan program seperti FreeHand, Illustrator dan CorelDraw, program-program tersebut cocok untuk membuat desain logo, flyer, brosur dll. InDesign dan PageMaker cocok untuk membuat desain dengan banyak halaman, seperti buku, majalah, koran dll.
Dengan mengenal dan menguasai berbagai software tersebut di atas akan sangat membantu kita dalam mengerjakan sebuah karya desain, misalnya untuk membuat majalah dengan banyak foto/image, kita tidak dapat hanya mengandalkan semuanya pada InDesign saja. Karena InDesign diperuntukkan untuk melayout halaman-halaman publikasi, namun tidak untuk mengedit foto atau membuat image yang akan digunakan. Artinya kita perlu beberapa software berbeda untuk sebuah pekerjaan desain.
Setelah selesai tahapan ini, perlu dilakukan cek ulang, untuk mengantisipasi kesalahan, kemudian menyiapkan file untuk dicetak, diantaranya pengaturan warna, mengumpulkan font yang akan dipakai, memberikan penanda pada bagian-bagian desain yang akan dipotong atau dilipat nantinya.

5. Percetakan
Pada tahap ini desainer menentukan teknik cetak apakah yang cocok untuk mencetak karya desainnya. Saat ini ada 5 macam teknik cetak yang umum digunakan, yaitu: Offset, Cetak Tinggi, Rotogravure, Sablon dan Digital.
Untuk mendapatkan hasil cetak yang optimal, diperlukan kerja sama yang baik antara pihak desainer dan percetakan.

Sumber: Surianto Rustan, S.Sn, Lay Out dasar & penerapannya, Gramedia, 2009; Howard Bear, Jacci, Quick Tips in Desktop Publishing, About.com

Monday, April 25, 2011

Desain Website

web-desain

web-desain2

Thursday, April 21, 2011

Kerjakan Sendiri atau Menyewa Tenaga Profesional

D.I.Y. (Do-It-Yourself)
Pengetahuan adalah Kekuatan terbesar yang sangat dianjurkan untuk dipelajari dan dibaca tentang desain grafis/web. Suatu Ide yang bagus dalam pemahaman jangka panjang, apakah saat ini Anda mengerjakan proyek desain sendiri atau menyewa tenaga ahli di kemudian hari.
Anda menjadi mampu untuk berkomunikasi secara efektif dengan ahli grafis profesional pada saat perusahaan Anda sudah siap untuk menyewanya. Dengan mempelajari teknik desain, akan membantu organisasi Anda, bagaimana cara menyuguhkan citranya pada target pasar Anda. Pelajaran yang peling penting untuk diingat pada saat Anda akan memulai suatu proyek desain, jangan lupakan kualitas. Baca buku. Ambil kursus. Pelajari perangkat lunaknya (software).
Tidak ada pilihan lebih menguntungkan selain memacu kemampuan diri sendiri dan mengerjakannya sendiri, terutama jika Anda tidak punya cukup dana untuk menyewa tenaga ahli.

Menyewa Tenaga Profesional
Mendesain materi pemasaran Anda (website, business card, stationary, magazine, postcards, dll.) tidak hanya sekedar mempelajari perangkat lunak desain dan dalam hal desain web…berarti mempelajari HTML dan juga PHP. Desainer Akan mengetahui bagaimana cara memaksimalkan teori warna dan bagaimana mengorganisasikan isi serta informasi menjadi satu kesatuan, memudahkan pemirsa Anda untuk fokus pada nilai lebih Anda, membawa perasaan atau pikiran positif, dan menambah grafis pendukung yang secara efektif mengkomunikasikan pesan Anda.
Tidakkah Anda ingin berkonsentrasi pada usaha? Jika usaha Anda adalah usaha kecil, Anda mungkin mengerjakan seluruh pekerjaan seperti sales, customer service, accounting dan tetap membutuhkan konsentrasi pada strategi untuk pengembangan bisnis. Anda benar-benar peduli akan kualitas, kan?

Terjemahan dari Do-It-Yourself or Hire A Professional Designer oleh Maya Sunpongco

Monday, April 18, 2011

Membuat Portofolio Desain Grafis

Untuk seorang desainer grafis, tidak cukup hanya memiliki ijazah atau pengetahuan dalam mendesain. Selain itu, karir mereka sangat tergantung pada portofolio desain grafis mereka. Ketika membuat portofolio Anda harus berkonsentrasi pada menunjukkan pekerjaan Anda dengan tujuan hasil yang terbaik dan tidak tergganggu dengan informasi yang terlalu banyak atau berlebihan di dalamnya. Tentu saja, Anda harus pandai mengatur tata letak dalam desain Anda. Namun dalam proses, Anda harus ingat untuk tidak melupakan tujuan portofolio, yang untuk menampilkan pekerjaan Anda dan tidak mengalihkan perhatian klien dari hal itu.
Buat portofolio desain grafis dengan berbagai potongan kerja masa lalu Anda. Lebih baik untuk memilih konsep kemampuan desain yang berbeda dan dalam menciptakan pekerjaan Anda. Ingat varietas yang merupakan aset untuk portofolio, karena ini adalah cara terbaik untuk memberikan klien gagasan tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk mereka. Jadi, jika Anda memiliki bakat, jangan disembunyikan, tapi tampilkan. Tapi jika Anda tidak memilikinya, jangan putus asa, bekerjalah maksimal pada pengembangan satu jenis.
Jangan menambah pekerjaan yang tidak berkualitas baik; ingat bahwa portofolio yang dibuat untuk mencerminkan kemampuan Anda dalam menghasilkan desain berkualitas tinggi.

Gunakan pendapat pakar saat membuat portofolio Anda
Jika Anda menemukan kesulitan untuk memilih lembar kerja yang akan disertakan dalam portofolio desain grafis Anda, Anda bisa mempertimbangkan untuk mendapatkan beberapa pendapat ahli. Dalam banyak kesempatan, sebuah kritik yang jujur namun keras dan tajam banyak membantu dalam menciptakan portofolio yang sempurna.
Ketika membuat portofolio Anda, lebih baik untuk memasukkan semua karya terbaik yang telah dilakukan selama ini. Dan jika Anda seorang pemula di lapangan, Anda mungkin harus menyertakan semua yang telah dilakukan selama ini dalam portofolio. Bahkan hal-hal yang telah Anda lakukan untuk teman dan keluarga dapat dimasukkan dalam portofolio, selama pekerjaan tersebut adalah sesuatu yang lengkap dan jelas untuk dilihat.

Memperluas portofolio
Anda dapat mempertimbangkan untuk memperluas portofolio desain grafis Anda dengan memberikan layanan Anda untuk organisasi non-profit. Organisasi-organisasi ini biasanya lebih dari senang untuk mendapatkan jasa Anda dilakukann secara gratis. Anda dapat meminta untuk menempatkan nama bisnis Anda dan nomor telepon ditambahkan dalam pekerjaanyang telah selesai Anda lakukan bagi mereka, sebagai iklan pekerjaan Anda. Dengan cara ini, baik Anda maupun organisasi sama-sama mendapatkan manfaat, dan Anda memiliki potongan ekstra untuk menambah portofolio desain grafis Anda.

Gunakan internet untuk membuat sebuah portofolio online
Dengan internet di ujung jari Anda, Anda dapat membuat sebuah portfolio online. Dengan cara ini, orang-orang dan pengusaha dari seluruh dunia akan dapat melihat portfolio desain grafis Anda, dan dapat memutuskan kelayakan mempekerjakan Anda.

Terjemahan dari Creating Effective Graphic Design Portfolio Oleh: John Mahoney

Friday, April 15, 2011

get even…

Desain grafis kaos mengunakan hasil scan ilustrasi manual

t-shirt2

Monday, April 11, 2011

Perlengkapan Desainer Grafis Freelance

Sebagai desainer grafis freelance, kita membutuhkan perlengkapan untuk menunjang pekerjaan tersebut. Selain modal ide yang kreatif, sarana pendukung lainnya juga harus mendapat perhatian. Pahami dahulu apa yang menjadi kebutuhan lalu sesuaikan dengan kemampuan sumber daya yang kita miliki. Ada beberapa tool yang sebaiknya menjadi prioritas utama bagi seorang desainer grafis freelance.

1. Komputer
Sejalan dengan kemajuan teknologi, penggunaan perangkat komputer untuk kebutuhan desain grafis tidak bias dihindari. Perkembangan dunia desain grafis menyebabkan permintaan dan produksi peralatan komputer grafis menjadi sangat tinggi. Kita harus memilih peralatan komputer yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan agar dapat mempercepat proses teknis pengerjaan desain.

2. Printer
Printer adalah alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks maupun gambar/grafik, menggunakan tinta/toner di atas kertas atau media lainnya. Seorang desainer grafis sangat membutuhkan printer, umumnya untuk memberikan gambaran hasil desain. Kualitas printer sangat mempengaruhi warna dan ketajaman cetak yang dihasilkan.

3. Kamera Digital
Dengan kamera digital, desainer dapat mengabadikan momen-momen menarik untuk dijadiken ide atau bahan desain yang kreatif.

4. Portofolio
Portofolio adalah kumpulan hasil kerja terdahulu, dapat disertai dengan rekomendasi kliennya. Hasil kerja tersebut adalah berupa karya desain, ilustrasi, foto, kliping majalah/koran, rancang bangun atau bukti-bukti lainnya. Portofolio adalah senjata bagi desainer grafis untuk menjual. Klien akan tertarik dan yakin jika seorang desainer grafis memiliki portofolio yang baik.

5. Kartu Nama
Buatlah kartu nama pribadi dengan data yang lengkap, seperti nama, alamat, email dan nomor telepon, desainlah kartu nama semenarik mungkin untuk menunjukkan kemampuan teknis seorang desainer grafis, cetak kartu nama dengan kualitas yang baik pula.

6. Alat Pemindai (scanner)
Alat pemindai atau scanner merupakan perangkat elektronik serupa mesin foto kopi yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu, digunakan untuk mengambil citra cetakan (gambar, foto, tulisan) yang ditransformasikan komputer sebagai data digital.

7. Graphic Tablet
Graphic tablet adalah perangkat input komputer yang memungkinkan pemakainya untuk menggambar dengan tangan dan memasukkan gambar atau sketsa langsung ke komputer, layaknya menggambar di atas kertas menggunakan pensil. Sebuah graphic tablet terdiri dari papan digital dan sebuah pena digital. Umumnya graphic tablet digunakan untuk membuat ilustrasi digital.

8. Koneksi Internet
Seorang desainer grafis freelance sangat membutuhkan koneksi terhadap internet, untuk media promosi dan media transaksi yang mudah, cepat dan memiliki jangkauan yang cukup luas.

9. Website Pribadi
Website pribadi bagi seorang desainer grafis sama seperti halnya galeri atau showroom tempat memamerkan barang dagangannya. Buatlah website berisi tentang data pribadi, serta halaman yang menarik untuk menempatkan karya-karya terbaik.

10. Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak atau software adalah aplikasi komputer yang diigunakan untuk membantu pekerjaan desain kita. Instal aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan desain grafis dan kemampuan perangkat komputer yang kita miliki. Beberapa aplikasi tersebut diantaranya: adobe photoshop, adobe illustrator, adobe flash, corel draw, 3dmax dll.